Selasa, 18 September 2012

Apakah Menulis dan Membaca Itu Penting?

Apakah Menulis dan Membaca Itu Penting?


Mungkin 80%...
Bukan, 100% masyarakat pasti akan mengatakan bahwa membaca dan menulis itu penting. Sebagian besar bahkan semua kegiatan yang kita lakukan tiap harinya tak lepas dari dua kegiatan tersebut. Entah membaca tulisan yang ada di dinding kamar saat baru bangun tidur atau menulis catatan kecil di sebuah note. Terutama bagi pelajar, pasti dua kegiatan ini akan selalu mereka lakukan tiap harinya, tak terkecuali hari libur. Mengapa penting? Tentunya ada sebuah alasan mengapa sesuatu pada akhirnya dikategorikan menjadi suatu hal yang penting.

Password dianggap penting karena dapat memproteksi data agar tetap aman. Mandi penting karena dapat melindungi kita dari berbagai kuman. Tidur penting karena badan butuh istirahat dan relaksasi. Makanan penting karena menjadi sumber energi untuk beraktivitas. Tidak ada suatu hal yang dianggap penting tanpa sebuah alasan yang bermakna. Begitupula halnya dengan membaca dan menulis. Namun tentunya setiap individu dengan otak, hati, keinginan, prospek, tujuan, cita-cita, latar belakang, pendidikan dan faktor lainnya akan memberikan jawaban yang berbeda-beda tentang apa alasan dibalik pentingnya kegiatan membaca dan menulis.

Akan tetapi, kembali pada pertanyaan inti yaitu Apakah Menulis dan Membaca Itu Penting? jika diubah menjadi Apakah Menulis dan Membaca Itu Penting Bagi Dirimu Sendiri?
Untuk pertanyaan kedua sepertinya persentasi kemungkinan yang menjawab penting akan turun dari angka 80%.
Mengapa?
Itulah pertanyaannya, mengapa setelah pertanyaan pertama ditambah dengan kalimat BAGI DIRI SENDIRI masyarakat yang mengatakan penting menjadi berkurang?
Jawabannya karena memang ada orang yang menganggap bahwa menulis dan membaca itu tidak penting bagi diri mereka.

Dan siapakah mereka?
Mereka adalah orang-orang yang telah menginjak usia senja yang sayangnya saat umur mengizinkan mereka untuk melakukan dua kegiatan tersebut, faktor ekonomi justru menjadi tembok penghalang mereka. Alhasil masa senja harus dilewati dengan keadaan merekaa yang tak menganggap penting membaca dan menulis.

Lantas dengan beragamnya jawaban yang kita lontarkan tentang alasan pentingnya membaca dan menulis entah itu untuk diri kita sendiri ataupun orang lainn, mengapa mereka justru tak mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut?

Bagaimana cara untuk meyakinkan dan mengajak mereka menemukan jawaban yang sama dengan jawaban yang kita lontarkan atas pertanyaan itu?

Mohon beri komentar anda..
Clo_26 :-)